
Bara api dari skandal yang menyelimuti aplikasi MangaOne rupanya belum padam, dan kini justru memunculkan babak baru yang tidak kalah mengejutkan. Pada awal Maret 2026, penerbit Shogakukan merilis pernyataan resmi yang mengakui bahwa mereka telah merekrut Tatsuya Matsuki, mantan penulis cerita manga Act Age yang pernah divonis bersalah atas kasus pelecehan seksual, untuk menulis seri baru di bawah nama samaran. Pengakuan ini muncul bersamaan dengan pengumuman pembentukan komite investigasi pihak ketiga untuk mengusut tuntas serangkaian skandal perlindungan pelaku kejahatan seksual di dalam departemen editorial perusahaan raksasa tersebut.
Pembentukan Komite Investigasi Pihak Ketiga
Bagi kalian yang terus mengawal kasus ini tentu mengingat bagaimana redaksi MangaOne dikecam keras karena mempekerjakan kembali Kazuaki Kurita, terpidana kasus kekerasan seksual anak. Menghadapi krisis kepercayaan yang semakin membesar secara nasional, Shogakukan akhirnya mengambil langkah konkret. Mereka kembali menyatakan permohonan maaf yang mendalam kepada para korban, Mangaka yang terdampak, serta seluruh pihak yang merasa dirugikan.
Baca juga: Shiro Usazaki Mulai Buka Suara Mengenai Kasus Komik act-age
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Shogakukan memutuskan untuk membentuk sebuah komite investigasi pihak ketiga yang bersifat independen. Komite ini ditugaskan untuk menyelidiki secara menyeluruh bagaimana proses perekrutan kreator bermasalah bisa terjadi secara berulang. Fokus utama penyelidikan ini mencakup pengusutan fakta di balik layar pembatalan seri manga milik Kurita, evaluasi kesadaran hak asasi manusia di dalam tim redaksi, serta menelusuri sejauh mana dugaan keterlibatan editor dalam negosiasi uang damai dengan pihak korban di masa lalu.
Terungkapnya Identitas Asli Penulis Baru Tatsuya Matsuki
Di tengah proses audit internal yang sedang berjalan, sebuah fakta baru yang sangat mengejutkan akhirnya terbongkar. Pihak redaksi mengonfirmasi rentetan rumor yang beredar di internet bahwa penulis cerita manga baru berjudul Seisou no Shinrishi (The Star Frost Psychologist) yang menggunakan nama pena Itsuki Yatsunami sejatinya adalah Tatsuya Matsuki.
Nama Tatsuya Matsuki tentu sudah sangat tidak asing di telinga para penggemar. Ia adalah sosok di balik layar dari serial populer Act Age yang pernah terbit di majalah Weekly Shonen Jump. Pada bulan Agustus 2020, Matsuki ditangkap dan kemudian dijatuhi hukuman penjara satu tahun enam bulan dengan masa percobaan tiga tahun karena terbukti bersalah dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak perempuan di bawah umur.
Alasan Redaksi dan Dalih Kepedulian Korban
Melalui pengumuman panjangnya, redaksi MangaOne mencoba menjelaskan kronologi perekrutan Matsuki secara rinci. Pada akhir Agustus 2024, seorang editor MangaOne diduga secara proaktif menghubungi akun media sosial milik Matsuki untuk mengajak bertemu. Setelah mengetahui bahwa Matsuki telah menyelesaikan masa percobaan hukumannya, secara rutin menjalani konseling psikologis untuk rehabilitasi, dan menunjukkan penyesalan yang mendalam, pihak pimpinan redaksi akhirnya menyetujui untuk menerbitkan karyanya.
Baca juga: Ulasan Komik Act-Age Vol 1: “Penculikan” Aktor Sejati
Pihak redaksi berdalih bahwa penggunaan nama samaran Itsuki Yatsunami dilakukan atas kesepakatan bersama demi mencegah trauma sekunder bagi para korban di masa lalu. Sang ilustrator yang menggambar manga tersebut, Kaoru Yukihira, disinyalir juga telah diberi tahu mengenai rekam jejak kriminal Matsuki. Yukihira dilaporkan tetap setuju untuk mengambil proyek tersebut karena merasa naskah cerita yang ditulis sanggup membuatnya menangis dan memiliki pesan sosial yang layak disebarluaskan.
Penangguhan Serial dan Evaluasi Kesalahan
Niat yang diklaim oleh redaksi sebagai bentuk kepedulian terhadap korban ini justru menjadi bumerang telak. Shogakukan akhirnya mengakui bahwa menyembunyikan identitas pelaku kejahatan seksual di balik nama pena palsu bukanlah sebuah langkah yang tepat. Mereka menyadari bahwa tindakan tersebut justru berpotensi melukai perasaan korban jauh lebih dalam ketika kebenaran ini pada akhirnya terungkap ke ruang publik.
Menyadari bahwa rentetan keputusan mereka memicu kemarahan yang lebih luas, MangaOne menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan komite investigasi untuk menilai apakah seluruh proses editorial mereka sudah pantas secara moral dan etika profesi. Sebagai langkah awal dan untuk menghormati jalannya investigasi, pembaruan bab terbaru untuk manga Seisou no Shinrishi resmi ditangguhkan mulai hari ini. Pihak penerbit berjanji akan memberikan kompensasi ganti rugi yang sesuai kepada kedua kreator atas penangguhan tersebut.
【マンガワンにおける新たな原作者起用問題と第三者委員会設置について】
弊社は、性加害、性搾取、あらゆる人権侵害を決して許しません。人権尊重は企業が社会の一員として活動するうえで最も重要なことだと認識しております。…— マンガワン/裏サンデー (@MangaONE_jp) March 2, 2026
Pihak perusahaan menutup pernyataannya dengan permohonan maaf yang tulus kepada semua pihak, terutama para korban yang mungkin kembali teringat pada trauma masa lalu akibat kelalaian redaksi dalam mempertimbangkan dampak sosial dari karya yang mereka terbitkan. Shogakukan juga mengimbau masyarakat luas untuk menahan diri dari tindakan serangan pribadi atau pelanggaran privasi terhadap para kreator maupun staf selama penyelidikan berlangsung.









