Ulasan Film That Time I Got Reincarnated as a Slime: Tears of the Azure Sea: Rimuru Kembali!

0
Gekijou-ban Tensei Shitara Slime Datta Ken Soukai no Namida-hen (2026)
© Taiki Kawakami • Fuse • Kodansha / “Ten-Sura” Project

Setelah sekian lama, akhirnya film kedua dari seri That Time I Got Reincarnated as a Slime yang rilis di Jepang pada 27 Februari 2026 lalu telah hadir di bioskop Indonesia pada 8 Mei 2026 secara reguler dan disusul oleh sesi fan screening pada 10 Mei 2026.

Kira-kira seperti apa kisah perjalanan Rimuru di film That Time I Got Reincarnated as a Slime: Tears of the Azure Sea atau Tensei Shitara Slime Datta Ken: Soukai no Namida-hen ini?

Sinopsis

Rimuru dan kawan-kawan berlibur ke Villa Elmesia atas undangan dari ratu langit Elmesia usai festival pembukaan Federasi Tempest dan pembukaan Dungeon baru. Di tengah liburan tersebut, tanpa Rimuru dkk. sadari, ada seorang wanita misterius bernama Yura, seorang Miko dari kerajaan bawah laut Kaien. Ia datang meminta bantuan Rimuru untuk menghentikan ancaman besar yang sedang terjadi di negerinya.

Karakter Sampingan Jadi Sorotan

Berbeda dengan di seri anime dan film sebelumnya, film Tensura: Tears of The Azure Sea menjadikan Gobta sebagai tokoh utama. Karakter yang biasanya menjadi comic relief ini tiba-tiba mendapatkan peran yang penting pada film ini. Tentunya, sisi lucu tersebut masih terdapat pada Gobta, tetapi karakternya dibuat menjadi lebih serius dari sebelumnya. Bisa dibilang film kali ini menceritakan tentang Gobta yang berusaha menyelamatkan pujaan hatinya.

© Taiki Kawakami • Fuse • Kodansha / “Ten-Sura” Project

Konflik Tragis yang Berlapis

Konflik dimulai dari karakter Yura yang merupakan seorang Miko dari kerajaan Kaien yang kabur dari kerajaannya untuk mencari bantuan kepada Rimuru. Diawali dari Yura yang menguntit kelompok Rimuru sampai akhirnya ketahuan oleh Gobta yang merasa ada seseorang yang mengikuti mereka. Pertemuan tersebut berlanjut ke berbagai petualangan yang bisa dibilang cukup romantis. Mereka melewati berbagai tempat indah di pulau itu sembari dikejar oleh Zodon dan bawahannya. Dinamika romansa mereka berdua cukup menarik karena adegan tersebut seperti menyiratkan pesan bahwa cinta sejati tidak memandang fisik, jabatan, dan perbedaan ras.

Sayang beribu sayang, film ini mungkin tidak memberikan ending yang memuaskan untuk penonton yang sudah berinvestasi pada kisah romansa Gobta dan Yura ini. Jujur saja, momen ini cukup membuat penonton menghembuskan napas kekecewaan.

Sumber: Youtube: That Time I Got Reincarnated as a Slime Movie 2 - Official Main Trailer (Anime Select)
© Taiki Kawakami • Fuse • Kodansha / “Ten-Sura” Project

Twist Villain yang Cukup Ketebak

Dalam film, penonton diperkenalkan dengan Djeese sebagai villain utama dengan penggambaran dan ambisi yang cukup lugas. Dia memiliki jabatan tinggi dalam kerajaan Kaien dan juga memiliki rencana untuk menguasai kekuatan Water Dragon dengan dalih untuk melindungi kerajaan. Namun, pertarungan besar antara Djeese dan rombongan Rimuru bisa terbilang tergesa-gesa dan cukup singkat.

Setelah Djeese, Zodon muncul sebagai villain berikutnya dengan tujuan menggantikan ambisi Djeese. Perbedaannya adalah Zodon memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah dan cara penggunaan suling Water Dragon. Pergantian villain ini cukup bisa ditebak penonton karena sebelumnya Zodon merupakan ajudan dari Djeese yang sangat patuh kepada tuannya, namun kemudian konflik terjadi di antara keduanya.

© Taiki Kawakami • Fuse • Kodansha / “Ten-Sura” Project

Animasi dan Musik yang Imersif

Seperti pada film anime pada umumnya, visual di film Tensura: Tears of The Azure Sea. Terdapat beberapa scene yang menggunakan CGI yang memanjakan mata seperti pada saat pertarungan besar yang terjadi pada film ini.

Sisi musik dan sound effect-nya sendiri dirasa sudah cocok dengan setiap scene yang ditampilkan. Bahkan, ada beberapa sound effect yang menggunakan bass boosted yang membuat penonton merinding takjub.

Kesimpulan

Berbeda dengan film sebelumnya, That Time I Got Reincarnated as a Slime The Movie: Scarlet Bond, film ini bisa disebut canon karena bersinggungan dengan cerita utamanya di season 4 episode 1 di mana Diablo pergi untuk merekrut temannya. Jadi, peristiwa pada film ini terjadi di antara season 4 episode 1 dan 2.

Untuk penggemar Tensura, film ini merupakan fan-service yang menyenangkan karena para karakter-karakter sampingan ditampilkan kuat, terutama dengan menghadirkan Gobta sebagai tokoh utamanya. Film ini juga merupakan pertama kalinya Gobta memiliki love interest sungguhan, bukan hanya ketertarikan sementara dengan karakter perempuan lain seperti di seri animenya.

Akan tetapi, film ini kurang cocok bagi yang baru mengikuti seri Tensura karena banyak sekali yang terjadi di film ini. Selain itu, film Tensura: Tears of The Azure Sea mungkin juga terasa kurang cocok bagi fans yang mengharapkan aksi hebat dari Sang Demon Lord Rimuru, karena di sini Rimuru menjadi tokoh “pembantu” yang dengan kebaikannya berusaha membantu rekan yang sedang kesulitan.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.