Grand Final FFWS SEA 2026 Spring sebentar lagi akan digelar pada 30-31 Mei 2026 di Vietnam. Sebanyak 12 tim Free Fire terbarik Asia Tenggara yang lolos dari babak Knockout akan bertarung untuk menjadi juara di musim ini sekaligus mendapatkan slot ke Esports World Cup.
Ada tiga tim dari Indonesia yang akan bertarung demi tujuan tersebut, yaitu RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan EVOS Divine. Akan tetapi, satu tim dari Malaysia siap menjadi pengganggu di babak terakhir FFWS SEA 2026 Spring, yaitu Aurora Gaming.
Para coach dari tim-tim Indonesia memberi tanggapan terhadap hadirnya kembali wakil Malaysia di final FFWS SEA 2026 Spring.
EVOS: Hadirnya Azriel & MyPutra Jadi Booster Baru Aurora Gaming
Leem selaku coach dari EVOS menyatakan bahwa Aurora Gaming bisa menyulitkan mereka di final nanti.
Alasan tersebut sudah dialami oleh anak asuhnya pada babak knockout stage, di mana mereka selalu kalah war karena kalah setup dengan mereka yang terbilang cukup bagus.
Kehadiran player dan coach dari Indonesia, Azriel dan MyPutra jadi booster tambahan buat Aurora Gaming. Akan tetapi, menurut Leem semua tim di final nanti punya faktor luck-nya masing-masing yang akan menentukan hasil di Grand Final nanti, termasuk untuk tim Malaysia yang satu ini.
BTR: Kehadiran Third Party Bisa Mengacaukan War
Menurut tanggapan dari coach Bigetron by Vitality, Chrisjo, Aurora Gaming juga berpotensi jadi ancaman mereka, apalagi saat berada di map Nexterra.
Berkaca di knockout stage lalu pada saat early game, skuad yang diwakili oleh Kojaaa ini selalu saling berhadapan di drop zone yang sama dengan Aurora Gaming. Area Intellect Centre selalu jadi titik pertemuan kedua tim di map Nexterra, sehingga mau tidak mau mereka harus melepas area tersebut untuk menghindari war di early game.
RRQ: Aurora Gaming Berpotensi Sebagai Kuda Hitam Di Musim Ini
Menurut Coach Ady dari RRQ Kazu, kehadiran Aurora Gaming menjadi momen comeback-nya tim Malaysia di babak final FFWS SEA. Tepat juga saat di Hanoi pada tahun lalu, Todak juga menjadi satu-satunya wakil Negeri Jiran di final.
Akan tetapi, kedua tim tersebut masih belum menandingi Expand. Karena tim tersebut cukup konsisten hadir di final FFWS SEA pada masa jayanya.
Coach Ady juga mengungkapkan Aurora Gaming bisa berpotensi menjadi kuda hitam di musim kali ini. Menurutnya, tim tersebut mempunyai kemampuan team fight yang bagus dan bisa mendapatkan momentum lewat rotasi yang ada serta motivasi yang baik buat memecahkan kebuntuan di tiap game. Intinya, selama mereka bisa menjaga ritme permainan serta rotasi di tiap game, Aurora bisa jadi tim yang akan mengganggu tim-tim Indonesia jika bertemu di map manapun.
Apakah pandangan ketiga coach tim Free Fire Indonesia ini bisa menjawab tantangan bagi timnya dan akhirnya bisa membawa pulang gelar juara FFWS SEA? Babak Grand Final FFWS SEA 2026 Spring nanti akan menjadi jawabannya!
KAORI Newsline
















