
“Kapal kemasukan banyak air karena gelombang sangat besar, sementara kapal dalam kondisi baik dan tidak bocor,” jelas Kepala Protokol konsuler KBRI di Tokyo Idhi Maryoto, kepada BBC Indonesia melalui sambungan telepon.
Idhi menambahkan, seluruh anak buah kapal yang berjumlah 10 orang telah diangkut dengan kapal milik petugas pengawas lautan Jepang. “Sementara 1 orang kapten dan 1 orang mualim yang juga berasal dari Indonesia masih berada di dalam kapal yang sekarang sudah membuang jangkar di Pulau Yakushima,” kata Idhi.
Seperti diberitakan kantor berita AFP, petugas penjaga pantai Jepang menerima panggilan darurat pada Senin (26/3). “Kami menerima sebuah panggilan minta tolong dari radio,” kata petugas penjaga pantai Jepang.
Dia menambahkan kapal sekarang berada di dekat Pulau Yakushima. Lokasi kejadian berada di jarak 1.000km dari ibukota Jepang, Tokyo.
KAORI Newsline | via BBC










