Peristiwa Luar Biasa Hebat (PLH)
Dalam sejarah Indonesia sendiri tercatat ada tiga unit CC200 yang mengalami PLH yang cukup parah yaitu CC200-01, 16, dan 27. Selain itu, ada beberapa yang mengalami PLH, namun tidak terlalu parah.
CC200-01:

Lokomotif ini bertabrakan dengan BB200-18 di Linggapura pada 26 Desember 1962. KA 7 Kilat Malam menabrak rangkaian KA 4855 Barang Cepat yang terlepas di petak Saradan – Caruban. Akibat kejadian ini, 4 orang penumpang, masinis, serta asisten masinis mengalami luka ringan. CC200-27 yang menghela KA 7 rusak ringan dan 4 gerbong KA 4855 rusak akibat kejadian ini.
Akhir Hayat
Tahun 1986 menjadi tahun penghabisan bagi si Jengki. Sebanyak 17 unit CC200 dinyatakan afkir pada tahun 1986, dan dirucat tidak lama setelah itu. Pasca afkir massal pada 1986, hanya tersisa CC200-02, 04, 08, 09, 11, 12, 15, 21, 24 dan 26. Jumlah ini kembali berkurang pada era 1990an, di mana CC200 selain 08, 09, 15, dan 26 telah dirucat. CC200-15 hampir diafkirkan pada 1995, namun dapat diperbaiki dan dioperasikan kembali.
CC200-26 adalah lokomotif yang paling ‘sehat’ diantara lainnya yang tersisa. Namun, akibat miskomunikasi antara Dipo Traksi Cirebon dan Balai Yasa Yogyakarta membuat lokomotif tersebut yang seharusnya menjalani perbaikan, akhirnya dirucat di Balai Yasa Yogyakarta pada November 1999. Walau sudah semakin sedikit, si Jengki terus berdinas Tambora hingga sekitar 2000 sampai pada akhirnya CC200-08, 09, dan 15 tumbang. Pada 2001, sekumpulan pencinta kereta (Railfans) yang tergabung dalam Friends of CC200 memulai upaya preservasi lokomotif diesel elektrik pertama di Indonesia ini.

Langkah preservasi ini berhasil membuat CC200-15 kembali aktif, dan dapat beroperasi kembali hingga tahun 2009, hingga cylinder liner-nya jebol. CC200-15 kini ada di museum Ambarawa sebagai pajangan, sementara CC200-08 dan 09 merana di kebun Balai Yasa Yogyakarta.
Cemplus Newsline by KAORI | Oleh: Reza Aditya dan Faishal Ammar | Editing oleh: Farouq Adhari










