Acara Comifuro 22 di ICE BSD, Tangerang pada 16-17 Mei 2026 yang lalu memperkenalkan beragam hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Salah satunya adalah komunitas Live2D Jakarta Chapter! Berlokasi di booth #1306, mereka langsung membuat para pengunjung penasaran dan antusias dengan Live2D bila diperkenalkan secara nyata, terutama dengan hadirnya fitur interactive showcase yang canggih dan asik, sekaligus yang pertama di Indonesia!
Tim KAORI mendapatkan kesempatan berharga untuk wawancara dengan salah satu staf Live2D Jakarta Chapter yang juga menjadi organizer untuk CF22 ini, yaitu Aditya. Boothnya yang sedang lowong saat kami berkunjung, memberikan kami kesempatan untuk foto booth mereka yang unik sekaligus mewawancarai para personel yang sedang menjaga booth ini.
Penasaran? Berikut adalah rangkuman wawancara kami KAORI bersama Aditya dari Live2D Jakarta Chapter.
Bisa memperkenalkan diri siapa nama Anda?
Nama saya Aditya, saya organizer dari Live2D Jakarta Chapter untuk pergelaran Comifuro 22 kali ini.
Apa yang membuat Anda terjun ke ranah VTuber?
Sebenarnya sebelum saya terjun ke ranah VTuber, saya awalnya tertarik ke dunia Live2D terlebih dulu pada 2016. Lalu, Nijisanji hadir pada 2018, melalui Tsukino Mito dengan Live2D-nya yang kala itu masih baru. Sejak saat itu saya terjun ke ranah VTuber, yang diperkuat dengan hadirnya Nijisanji di Indonesia pada waktu itu, ditambah dengan banyaknya VTuber yang semakin mengandalkan Live2D, sehingga menjadikan Live2D dan VTuber saling bersikenambungan sampai sekarang.
Seperti apa Live2D Jakarta Chapter di CF22 ini?
Di CF22 ini, kami memperkenalkan fitur interactive showcase, yang dimana pengunjung dapat berinteraksi dengan karakter Live2D yang ada di showcase tersebut. Selain itu booth kami juga jadi tempat gathering bagi para kreator Live2D, sekaligus sebagai ajang networking untuk memperluas koneksi baik bagi sesama kreator maupun dengan klien.
Serta Live2D Jakarta Chapter khususnya berfokus di daerah Jabodetabek termasuk Jakarta, mengingat setiap komunitas memiliki cabang yang berfokus di daerah masing-masing.
Bagaimana implementasi Live2D di ranah hiburan?
Mengenai implementasi Live2D di ranah hiburan, biasanya sering dijumpai di ranah VTuber di era sekarang ini. Selain VTuber, juga dapat ditemukan di game gacha seperti penggunaan karakter yang pergerakan animasinya mengandalkan Live2D. Di ranah animasi, dalam hal ini dapat ditemukan melalui video game, salah satunya yaitu melalui game trailer.
Bagaimana cara kerja sistem Live2D?
Bagaimana antusiasme orang yang tertarik jadi VTuber dan mempelajari Live2D dari perspektif komunitas Live2D Jakarta?
Dari perspektif komunitas kami, antusiasme orang-orang yang tertarik jadi VTuber dan yang belajar Live2D sudah hadir sejak hari pertama Comifuro 22, hal ini diperkuat berkat fitur interactive showcase yang belum pernah ada sebelumnya dimana-mana. Selain itu ada VTuber yang juga datang ke booth kami, biasanya meminta agar model VTuber milik mereka dapat diperbaiki disini. Ada juga yang antusias ke booth kami untuk belajar seperti apa Live2D dan cara kerjanya.
Saat komunitas ini berjalan, apa saja hal yang menarik? Antusiasme bagi yang belajar? Sama ada yang kurang tertarik anime lalu belajar Live2D?
Ada banyak hal yang menarik ketika komunitas ini berjalan, salah satu utamanya adalah menjadi tempat gathering bagi sesama kreator lokal untuk saling bertemu dan memperluas pertemanan mereka. Selain itu, antusiasme bagi yang baru belajar juga memberikan kesan tersendiri karena ada berbagai hal baru yang belum pernah mereka temui sebelumnya, dan biasanya mereka belajar secara sendiri-sendiri, lalu apabila komunitasnya sudah cukup besar, kami kedepannya akan membuka channel komunitas di Whatsapp.
Uniknya, bagi yang kurang tertarik anime lalu belajar Live2D, salah satu alasannya adalah karena teknik Live2D memberikan kesempatan karir yang belum pernah mereka temukan sebelumnya, karena aplikasinya yang luas dan terus berkembang di berbagai ranah hiburan, mulai dari video game sampai di ranah VTuber.
Apa tantangan terbesar yang dihadapi bagi yang pertama kali menggunakan tool Live2D?
Tantangan terbesar yang dihadapi adalah dari segi ekspektasi, bahwa menggunakan tool Live2D bisa langsung bagus hasil jadinya, terutama bagi yang baru mengenal dan belajar apa itu Live2D.
Apa tujuan Live2D Jakarta setelah Comifuro 22 ini?
Setelah Comifuro 22 ini, kami akan mengadakan berbagai acara secara online, baik itu workshop maupun seminar tentang Live2D. Hal ini bertujuan menjadi ajang bagi orang-orang yang tertarik dan penasaran seputar dunia Live2D.
—————————
Terima kasih untuk wawancaranya, Aditya. Semoga komunitas Live2D Jakarta Chapter dapat mewujudkan mimpinya agar Live2D bisa semakin dikenal secara luas untuk ke depannya!
KAORI Newsline | Wawancara oleh Eriq Affandi












