Dukun Binal Jepang Divonis Penjara Akibat Pelecehan Seksual

0
kriminalitas di Jepang

Kasus kriminalitas di Jepang kembali menjadi sorotan setelah pengadilan menjatuhkan vonis bersalah kepada seorang pria yang mengaku sebagai perantara roh atau dukun spiritual. Pria bernama Katsuhiko Ohno itu terbukti memanfaatkan kepercayaan sejumlah perempuan untuk melakukan tindakan pelecehan seksual dengan dalih ritual dan pelatihan spiritual.

Persidangan yang berlangsung di Tokyo menarik perhatian luas karena metode yang digunakan pelaku dinilai sangat manipulatif. Dengan memanfaatkan kondisi psikologis korban yang sedang mengalami kesulitan hidup, Ohno berhasil membangun kepercayaan sebelum akhirnya melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Korban Berada dalam Situasi Rentan

Dalam kasus kriminalitas di Jepang ini, salah satu korban merupakan perempuan berusia 28 tahun yang mengalami kecemasan terkait masa depannya setelah pekerjaannya di industri hiburan terdampak pandemi COVID-19. Korban pertama kali bertemu Ohno pada akhir 2022 melalui sebuah kelompok studi mata uang kripto.

Saat pertemuan berlangsung, Ohno mengklaim memiliki kemampuan spiritual khusus yang dapat mengubah nasib seseorang. Ia meyakinkan korban bahwa hanya dirinya yang mampu membersihkan energi buruk dan membawa keberuntungan ke dalam hidup seseorang. Klaim tersebut perlahan membuat korban mempercayai seluruh perkataannya.

Pelecehan Berkedok Ritual Spiritual

Perkembangan kasus kriminalitas di Jepang ini semakin mengejutkan ketika fakta persidangan mengungkap bahwa korban kemudian diajak ke sebuah kamar hotel untuk menjalani apa yang disebut sebagai “pelatihan spiritual”. Dalam proses tersebut, korban dipaksa melakukan berbagai tindakan yang tidak wajar hingga akhirnya menjadi korban pelecehan seksual.

Menurut keterangan di pengadilan, korban saat itu percaya bahwa seluruh tindakan tersebut merupakan bagian dari ritual yang harus dijalani demi memperoleh kehidupan yang lebih baik. Manipulasi psikologis yang dilakukan pelaku membuat korban kehilangan kemampuan untuk menilai situasi secara objektif.

Kesadaran Korban dan Laporan ke Polisi

Kasus kriminalitas di Jepang ini mulai terungkap setelah korban perlahan menyadari adanya kejanggalan dalam ritual yang dijalaninya. Keraguan muncul ketika ia menemukan fakta yang membuatnya mempertanyakan seluruh ajaran yang diberikan oleh Ohno.

Belakangan diketahui bahwa perempuan lain yang diperkenalkan kepada Ohno juga mengalami perlakuan serupa. Kedua korban akhirnya berkonsultasi dengan pengacara dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Metropolitan Tokyo. Laporan tersebut berujung pada penangkapan Ohno pada Agustus 2023.

Hakim Menjatuhkan Vonis Berat

Dalam persidangan, Ohno membantah seluruh tuduhan dan mengklaim bahwa tidak ada hubungan seksual maupun kontak fisik seperti yang dituduhkan. Namun, majelis hakim menilai keterangan korban serta bukti yang diajukan jauh lebih meyakinkan.

Hakim menyatakan bahwa pelaku telah memanfaatkan keputusasaan dan kecemasan korban untuk kepentingan pribadi. Atas dasar itu, pengadilan memutuskan bahwa tindakan dalam kasus kriminalitas di Jepang tersebut merupakan pelanggaran serius yang menimbulkan trauma mendalam bagi korban. Ohno akhirnya dijatuhi hukuman delapan tahun penjara, menutup salah satu kasus pelecehan berkedok spiritual yang cukup menyita perhatian publik Jepang dalam beberapa tahun terakhir.

KAORI Newsline | Sumber

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.